Man City jadi Team Terbaik di Dunia Kemenangan Liga Champions Akan Mengunci Status Legendaris

Man City jadi Team Terbaik di Dunia Kemenangan Liga Champions Akan Mengunci Status Legendaris

Manchester City ialah team terbaik di Eropa, yang automatis jadikan mereka yang terbaik di dunia, dan apa pun itu yang terjadi di final Liga Champions menantang Inter Milan pada 10 Juni tidak mengganti tersebut. Tanya saja ke Real Madrid, juara bertahan Eropa, yang dihancurkan 4-0 di putaran kedua semi-final di Stadion Etihad.

Tetapi tidak ada yang ingin diingat sebagai team terbaik yang tak pernah memenangi Piala Eropa, menjadi seharusnya Inter menyiapkan diri untuk laga paling berat dalam kehidupan mereka menantang City di Istanbul bulan kedepan. Man City di bawah manager Pep Guardiola melaju ke arah keabadian olahraga.

Dengan City masih ajukan 115 tuduhan karena menyalahi ketentuan Liga Premier di antara 2009 dan 2018, sejarah mungkin menyaksikan perolehan team ini lewat lensa yang beda, tapi sekarang ini sepak bola mereka ialah salah satu acuan yang bisa dipakai untuk menghitungnya. Dan sesudah melepas Real dengan penampilan supremasi yang beringas dan efektivitas yang kejam di Manchester sesudah 1-1 di Madrid minggu kemarin, Manchester City menunjukkan diri sebagai raja baru Eropa.

Itu ialah kekalahan, menyamakan kekalahan paling besar Real Madrid di Liga Champions, yang terjadi di Anfield menantang Liverpool pada 2008-09. Tiap pemain City memimpin musuh Realnya apabila mereka memburu balas sakit hati atas kekalahan menegangkan di semi-final musim kemarin menantang team bimbingan manager Carlo Ancelotti, mereka amankannya.

Rasanya seperti melihat juara kelas berat dunia menaklukkan lawan yang tidak mempunyai keinginan. Tetapi Real Madrid bukan tanpa keinginan – mereka ialah Real Madrid. Ini ialah malam saat Kevin De Bruyne, John Stones, Kyle Walker, Ruben Dias, Rodri, Jack Grealish dan Bernardo Silva, pahlawan 2 gol di set pertama, hasilkan 10 dari 10 performa untuk membikin musuh kelas dunia terbuncang..

Tidak ada team yang dapat hidup dengan City sekarang ini. Mereka sudah memenangi 19 dari 23 laga paling akhir mereka dan tidak pernah kalah. Cuma tiga kemenangan dalam tiga persaingan yang mereka perlukan untuk amankan apakah yang disebutkan treble.

Inter Milan kemungkinan hasilkan salah satunya kekesalan paling besar selama hidup dengan menaklukkan Man City di Stadion Ataturk di Istanbul bulan kedepan, tapi tidak ada yang bisa menentang jika itu akan membuat team manager Simone Inzaghi lebih bagus dibanding team Guardiola. Nerazzurri cuma akan mempunyai detil kecil berbentuk piala perak besar sebagai hadiah untuk memenangi satu laga.

Kemungkinan itu cukup terlampau simpel, tapi Guardiola sudah lakukan apakah yang diberikan tugas padanya oleh pemilik Manchester City yang berbasiskan di Abu Dhabi saat ia dipilih sebagai manager pada 2016. Bekas pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu diambil untuk jadikan City team terbaik. di Eropa dan dunia. Ia bisa mencontreng kotak itu saat visi terwujud, tapi tidak ada seorang juga di Etihad yang hendak betul-betul yakin atau merasainya sampai Piala Eropa duduk di almari piala club.

Pep Guardiola

Pep Guardiola

City kalah atas Chelsea dalam salah satu performa final Liga Champions mereka awalnya di Porto pada 2021, tapi ini kali nampaknya ada momen yang tidak tertahan dengan team bimbingan Guardiola.

“Final menantang team Italia bukan hadiah terbaik, sebenarnya,” kata Guardiola. “Mereka [Inter] bersaing. Kemenangan ini akan mendapatkan banyak sanjungan, tetapi kami punyai waktu untuk menyiapkan psikis. Saat Anda capai final Liga Champions, Anda harus rayakannya. Sayang, kami tidak punyai waktu karena hari Minggu kami dapat memenangi Premier League. Esok akan bersama keluarga kita lalu siap-siap untuk hari Minggu.”

Melupakan perbincangan mengenai treble untuk sekarang ini. Ada beberapa waktu untuk membedah prospect City memenangi Liga Premier, Piala FA, dan Liga Champions di antara saat ini dan final bulan kedepan.

Liga Premier nyaris di kantong, dengan pemain Guardiola cuma memerlukan tiga point dari 3 laga untuk memenangi gelar untuk musim ke-3 beruntun, sedangkan Manchester United – salah satu club Inggris yang awalnya capai treble di tahun 1999 – ada di Man City dan kemasyhuran di final Piala FA pada 3 Juni. Bila Manchester City capai Istanbul satu minggu selanjutnya perlu menaklukkan juara Eropa 3x Inter untuk memenangi Liga Champions pertama mereka, bakal ada kebenaran mengenai keberhasilan mereka.

Manchester City

Man City jadi Team Terbaik di Dunia Kemenangan Liga Champions Akan Mengunci Status Legendaris

Jadi berapa bagus Man City? Yah, mereka akan memenangi gelar Liga Premier ke-5 dalam enam musim di dalam 10 hari di depan dan jadi favorite kuat untuk menaklukkan Man United di Final Piala FA di Wembley. Liga Champions sudah menghindar dari pegangan mereka, tapi performa menantang Real ini kemungkinan sebagai performa paling sepihak oleh team di tingkat ini semenjak Barcelona bimbingan Guardiola merusak United di final Liga Champions 2011.

Ngomong-ngomong, final 2011 itu ialah saat team Barca legendaris Guardiola ada di pucuknya, dengan Lionel Messi, Xavi dan Andres Iniesta tempatkan United pada apakah yang oleh manager Sir Alex Ferguson dikatakan sebagai “korsel melalui”. Barca sangatlah baik hingga United tidak dapat memperoleh bola – dan Real Madrid di hari Rabu mempunyai pengalaman sama, dengan Man City memimpin kepenguasaan bola dengan nikmati 60% darinya.

Saat winger Real Madrid Vinicius Junior berusaha untuk membalap melalui Kyle Walker di set pertama, kelihatannya tidak ada kontes dengan pemain internasional Brasil favorite untuk memenangi lomba lari kaki. Tetapi Walker entahlah bagaimana mengubah kondisi dan menaklukkan Vinicius dengan kemampuannya. Bintang Real itu terlihat patah semangat, melihat ke Ancelotti seakan berbicara, “Apa yang dapat saya kerjakan?”

Itu ialah topik yang mengucur lewat team Real Madrid. Mereka tidak memiliki daya untuk menepis gelombang gempuran Man City dan kepenguasaan bola tiada henti, sama seperti yang disebutkan bek sayap Dani Carvajal: “Kami menantang musuh yang lebih bagus dari kami dalam laga ini — mereka cukup membuat kami kerepotan.”

Penjaga gawang Thibaut Courtois kemungkinan salah satu pemain Real yang keluar lapangan sesudah menantang City, dengan bekas pemain nomor 1 Chelsea itu hasilkan rangkaian pengamanan penting, khususnya dari Erling Haaland, saat Real berusaha menangani badai.

Tetapi ini ialah malam City, dengan tegas, dan ini bisa menjadi musim mereka. Ini hanya pertanyaan mengenai seberapa banyak piala yang mereka menangi.

About Robby Firbino

Sebagai pundit ternama di dunia sepak bola, Robby telah mendapat penghargaan dan pengakuan dari berbagai media olahraga internasional. Itu dibuktikan dari kontrak jangka panjang yang ia dapat dari media ACC News.

Leave a Reply