Kemungkinan kecil Manchester City tersisih. Kemenangan usai dengan kenyamanan keseluruhan mengidentifikasi mayoritas kotak yang berkaitan untuk Pep Guardiola, hasilnya secara efisien disegel /jam dan pastikan kaki bisa diistirahatkan saat sebelum Bayern Munich naik ke Etihad di hari Selasa.
Lebih berkaitan dengan pekerjaan pada tangan, mereka saat ini bisa menyaksikan dari posisi yang kuat saat Arsenal berusaha untuk menepis sumpah Anfield mereka. Bila pesaing gelar mereka kehilangan point, hasil balapan akan ada di tangan City.
Itu jadi kemenangan paling fungsional atas team Southampton yang menekan secara gagah berani sepanjang masa pembukaan tapi hadapi kemunduran. Tetapi itu memiliki kandungan keelokan, berbentuk gol ke-3 yang bagus dari Erling Haaland. Sampai waktu itu, pemain dari Norwegia yang balik itu sudah lakukan sama seperti yang ia kerjakan, bekerja di tepian tapi semangat untuk buka score saat Guardiola nampaknya hadapi permasalahan. Kontributor besar selanjutnya ialah peristiwa permainan yang mencolok dan pengingat yang mendebarkan jika City mempunyai senjata paling hebat di liga.
Jack Grealish merayakan setelah menggandakan keunggulan Manchester City

Saat Jack Grealish, yang melipatgandakan keunggulan City 10 menit awalnya sebagai lanjutan dari performanya yang hebat, menari ke dari kiri, ada ruangan di tiang jauh di luar Armand Bella-Kotchap. Itu sepantasnya ditaruh, Grealish memberatkan salibnya dengan prima untuk Haaland, memantaunya sepanjangnya jalan, untuk membuat sepakan gunting dari liuk balet dan eksekusi biadab. Beberapa striker tengah dengan tinggi 6 kaki 5 inch bisa putar badan panjang dengan anggun tapi Haaland, sama seperti yang diberitahukan oleh manajernya ke semuanya orang sesudahnya, bukan penyerang tua mana saja.
“Hebat,” kata Guardiola mengenai penuntasannya. “Tidak gampang ambil bola di langit dan meletakkannya di rumput. Set pertama bukan tingkat terbaik kami tapi ia mengganti permainan. Sebagai pembuat gol paling banyak kami jalani dua dasawarsa yang hebat bersama Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, tapi ia ada di tingkat tersebut. ”
Pep Guardiola – Erling Haaland
Guardiola mengonfirmasi jika ia beri pujian rekor gol fantastis Haaland dibanding merekomendasikan paket serba dapat sesuai dengan, terutamanya, Messi. Ia memperlihatkan jika menjaga tingkat ini bisa menjadi ujian lain sama sekalipun. Haaland saat ini mempunyai 30 gol kelas atas musim ini dan pasti menaklukkan rekor 34 gol Alan Shearer dan Andy Cole share untuk zaman Liga Premier.
Gol ke-29nya terjadi di akhir set rendah dari City, yang tidak mengawali sesudah Grealish memaksakan Gavin Bazunu lakukan pengamanan lebih cepat. Sebentar saat sebelum cetak gol, Haaland menggangguk melebar dalam apakah yang bisa dibuktikan sebagai shooting peringatan. Ia mengambil langkah lebih bagus saat Greish memenangi kepenguasaan bola saat sebelum temukan Kevin De Bruyne di samping kiri. Operan silang De Bruyne tidak kelihatan tetapi mematikan, mengundang Haaland untuk mencuri bola yang melayang-layang dan sundul dengan tegas.

Itu ialah assist ke-100 De Bruyne di Premier League, menjadikan pemain paling cepat yang capai jumlah itu dengan beda 56 laga dari Cesc Fabregas. “Kevin telah kembali,” senyuman Guardiola, yang frustrasi berperforma playmaker-nya pada awal musim semi. Pas saat sebelum satu jam pointnya diulang, De Bruyne terima bola dari Haaland dan melepas umpan prima ke kiri untuk Grealish. Sementara Bazunu menangkis usaha pertama, Grealish menyarangkan bola terlepas untuk memberikan ruangan bernapas untuk City.
Haaland selanjutnya menarik perhatian dan secara langsung diganti oleh Julián Álvarez. Ia kemungkinan kehilangan peluang untuk cetak hat-trick enam menit selanjutnya, saat Jan Bednarek mengotori De Bruyne di tempat penalti. Álvarez lakukan sepakan penalti dan tersisa sore City ialah latihan jaga bola, simpatisan mereka bisa mainkan repertoar beberapa lagu favorite lama.
Antara gol ke-3 dan ke-4, pemain cadangan Orang Suci Sékou Mara sudah temukan waktu dan ruangan untuk lakukan alterasi sesudah lari menari dari rekanan substitusinya Moussa Djenepo. Tetapi angsa mereka telah masak dan mereka cuma dapat senang dengan set pertama kali yang pantas di mana mereka serang dengan intensif serta dapat pimpin. Kamaldeen Sulemana, seorang livewire stabil, lari sepanjang lapangan sesudah pojok City yang asal-asalan tapi tidak ambil peluang untuk tembak dan biarkan Ederson selamatkan keadaan. “Kami masih di situ, kami masih hidup,” kata manager mereka Rubén Sellés, tapi mereka memerlukan point dibanding sanjungan. Stand St Mary nyaris tidak berdenyut dengan kepercayaan.
Beberapa orang di Etihad kemungkinan selekasnya bila Arsenal menggelepar di hari Minggu Paskah. “Saya ingin ada di posisi Arsenal sekarang ini,” kata Guardiola. “Saya sukai tersebut. ” Ia kemungkinan belum memperoleh kemauannya.





