Riwayat Pemberhentian Karir Manager Spurs Antonio Conte

Sesudah banyak pertaruhan, Tottenham dan manager mereka Antonio Conte sekarang dengan cara resmi berpisah.

Spurs memverifikasi pada 26 Maret jika pelatih Italia itu sudah tinggalkan club atas persetujuan bersama Cristian Stellini yang dipilih sebagai alternatif sementara.

Waktu Conte di Tottenham terlihat usai saat sebelum interval internasional sesudah lakukan shooting ke pemilik club karena ketidakberhasilan stabil susul hasil seimbang 3-3 dengan Southampton di Liga Premier.

Spurs tidak sanggup raih gelar apapun itu selama saat pemerintah Conte yang diawali pada November 2021.

Garis waktu Antonio Conte Spurs: Apakah yang disebutkan manager Tottenham mengenai pergi?

Spurs capai finish 4 besar dan kwalifikasi Liga Champions dengan penuntasan yang kuat untuk musim 2021/22, suatu hal yang dilukiskan Conte sebagai “fenomena” saat ia geram sesudah kekalahan kandang 2-0 dari Aston Villa pada Hari Tahun Baru ini..

“Itu terjadi, kenapa? Karena kami cuma mainkan satu persaingan dan kami bermain-main dengan 12 atau 13 pemain yang tidak alami luka di dalam 15 laga paling akhir,” kata Conte.

“Kami bermain-main dengan pemain terbaik setiap laga karena kami cuma main di liga. Janganlah lupa jika dengan 3 laga sisa, Arsenal unggul empat point dari kami – dan kami finish 20 point ada di belakang Manchester City.

“Kami lakukan fenomena, tetapi saya mengetahui kondisinya dan saya benar-benar terang dengan club [tentang apakah yang diperlukan] menjadi lawan gelar.

“Saya ingat benar pada musim panas orang mengulas Tottenham sebagai lawan gelar, tetapi menurut pengalaman saya, cukup edan menyaksikan ini.”

Spurs menuntaskan penandatanganan Richarlison, Yves Bissouma, Cristian Romero, Ivan Perisic, Clement Lenglet, Djed Spence dan Phraser Forster dengan prediksi ongkos £172 juta sepanjang penutupan musim, tapi Conte bersikukuh mereka harus terus berbelanja.

“Menjadi lawan gelar, menjadi team yang siap bertanding untuk memenangi suatu hal, Anda harus mempunyai dasar yang kuat, maknanya mempunyai 14 atau 15 pemain yang kuat, berkualitas, dan pemain muda yang lain untuk berkembang.

“Tiap musim, Anda dapat menambahkan dua pemain, tetapi dua pemain dipandang £50 juta, £60 juta, £70 juta. Dengan langkah ini, bermakna Anda mengambil pemain penting yang dapat tingkatkan kualitas dan tingkat team Anda.”

Realitanya ialah jika pertaruhan mengenai masa datang Conte tak pernah jauh semenjak ia gantikan Nuno Espirito Santo di tengah musim kemarin dan cuma memiliki komitmen untuk kontrak 18 bulan.

Februari lalu, Conte mengatakan kegelisahannya atas persetujuan tengah musim club di jendela transfer musim dingin. Ia amankan service Rodrigo Bentancur dan Dejan Kulusevski dari Juventus di hari paling akhir, tapi cara untuk Adama Traore dan Luiz Diaz tidak berhasil keluar karena Dele Alli, Giovani Lo Celso, Tanguy Ndombele dan Bryan Gil pergi.

“Apa yang terjadi pada Januari [2022] tidak mudah. Empat pemain pergi di bulan Januari. Empat pemain penting untuk Tottenham, dua sudah tiba. Jadi bahkan juga secara numerik bukannya perkuat diri Anda sendiri, di atas kertas, Anda kemungkinan sudah menurun.

Itu bermakna rumor mengenai keperginya Conte di akhir musim 2021/22 masih tetap ada sampai, yah, ia tidak melakukan dan mengubah perhatiannya ke kampanye Liga Champions.

Awalan yang janjikan untuk musim ini sudah tergerai dan Conte nampaknya percepat bermainnya sendiri dengan gempuran terus-menerus yang nampaknya diperuntukkan ke ketua Daniel Levy bersama tim permainannya.

“Saya betul-betul kecewa,” ucapnya ke BBC Match Of The Day di salah satunya dari beberapa hujatan terus-menerus. “Ini bukanlah pertama kalinya. Saya berpikir ini hari saya bisa memberitahu Anda jika ini tidak bisa diterima. Saat Anda menang 3-1, 15 menit sisa, dan saya berpikir Anda harus menang. Kebalikannya, kami memperlihatkan ketakstabilan kami di lain waktu.

“Kami kehilangan karakter musim lalu. Musim kemarin, kami membuat suatu hal yang penting. Saya tidak mau bicara mengenai faktor taktis, faktor tehnis, [tetapi] mengenai semangat tim. Saat ini, pada sekarang ini, saya berpikir kita bukan tim.

“Kami ialah team di mana semuanya orang pikirkan dianya sendiri. Saat Anda semacam ini, bisa jadi Anda kalah atas Sheffield United, yang bermain-main dengan pemain muda, dan Anda jatuhkan Piala FA. Anda dapat menantang Milan, dan Anda dapat bermain menantang Southampton, dan untuk menyelesaikannya Anda menang 3-1 di set 15 besar dan Anda bisa memberi adanya kemungkinan ke Southampton untuk kembali.”

Ia menambah: “Saya tidak menyaksikan rasa tanggung-jawab beberapa pemain. Saat ini, susah [untuk menggantinya], karena kami bekerja sepanjang satu 1/2 tahun dengan barisan pemain ini. Saya ulang, untuk mengarah ke kanan arah, saya berpikir kita akan tertinggal. Saya menyaksikan banyak keadaan negatif, banyak keadaan egois yang tidak saya sukai.

“Lingkungan, club dan saya, kami selalu di bawah pemantauan di sini, tapi beberapa pemain harus bertanggungjawab, tapi saya tidak menyaksikan ini. Penting, faktor taktis, faktor tehnis, tapi yang perlu ialah semangat, hati yang Anda masukan ke lapangan. Pemikiran tetap harus konsentrasi tiap saat. Saya menyaksikan semakin banyak musim kemarin dibanding musim ini. Kami akan kehilangan apakah yang kami dapatkan denganbanyak tugas musim lalu.”

Riwayat pemberhentian Antonio Conte: Berapakah lama ia bertahan di dalam club awalnya?

Sesudah dua masa singkat bekerja di Arezzo, Conte dipilih sebagai kepala pelatih Bari pada Desember 2007 dan bawa mereka menjauhi permasalahan kemunduran Serie B. Musim selanjutnya, ia mendalangi lari ke gelar dan promo ke papan atas.

Tetapi, Conte tidak pimpin Bari di Serie A, pergi dengan kesepakatan bersama pada Juni 2009 di tengah-tengah pertaruhan yang menyambungkannya dengan Juventus, cuma untuk bekas rekanan segrupnya Ciro Ferrara yang memperoleh tugas Juve.

Conte menggantikan Atalanta di mana ia cuma bertahan 1/2 musim, pergi pada Januari 2010 dengan La Dea ke-19 di Serie A. Ia selanjutnya kembali memperlihatkan dianya sebagai specialist promo saat ia pimpin kembalinya Siena secara instant ke seksi paling atas pada 2010/11.

Pada tahapan itu, Juventus pada akhirnya panggil dan Conte mengunci Scudetto pada musim pertamanya, yang pertama dari 3 gelar beruntun selama saat kedudukannya, yang mencapai puncak dengan pencapaian 102 point pada musim 2013/14.

Timnas tiba panggil dan Conte sepantasnya berkewajiban, pimpin Italia diperjalanan yang mengagumkan ke perempat final Euro 2016, di mana mereka kalah beradu penalti dari juara dunia Jerman. Pada tahapan itu, ia telah putuskan ingin kembali lagi ke club sepak bola dan melakukan dengan Chelsea.

Conte mengulang trick yang ia kerjakan di Juventus, memantau perjalanan ke arah kemasyhuran Liga Premier pada 2016/17 pertama kalinya minta. Hubungan dengan dewan Stamford Bridge jadi makin konfrontatif kemudian, dengan club kehilangan Romelu Lukaku – alternatif opsinya untuk Diego Costa yang dibuang dengan polemis.

Walau memenangi Piala FA 2017/18, Conte dikeluarkan sesudah finish di posisi ke-5 untuk diganti oleh Maurizio Sarri, yang dia menggantikan di Arezzo satu dasawarsa sebelumnya.

Sesudah cuti satu tahun, Conte menggantikan di Inter. Ia sukses finish pada posisi ke-2 pada 2019/20 — tiada henti menggerakkan majikannya untuk perkuat team di muka umum, seperti umumnya — saat sebelum akhiri dinasti yang ia luncurkan pada musim selanjutnya, menjatuhkan Juve dan mengunci Scudetto pertama Nerazzurri di dalam 11 tahun.

Tetapi, gagasan Inter untuk memperoleh lagi sebagian besar uang di pasar transfer untuk memudahkan permasalahan keuangan, terhitung jual pemain seperti Lukaku dan Achraf Hakimi, membuat Conte pergi dengan kesepakatan bersama dalam kurun waktu sebulan sesudah memenangi gelar.

Piala Antonio Conte: urutan lengkap penghargaan karier

Bari

Seri B: 2008/09

Siena

Runner-up Serie B (dipropagandakan): 2010/11

Juventus

Serie A: 2011/12, 2012/13, 2013/14
Supercoppa Italiana: 2012, 2013

Chelsea

Liga Primer: 2016/17
Piala FA: 2017/18

Inter Milan

Serie A: 2020/21

This website uses cookies.