Preview dan Prediksi Shakhtar Donetsk vs Manchester City, Selasa 23 Oktober 2018

Pep Guardiola - Shakhtar v Man City

Selasa Malam Yang Dingin di Ukraina

Apakah ada yang bisa Anda menangkan ketika Anda menempatkan bintang-bintang seharga jutaan-pound di pesawat dan melakukan perjalanan melintasi Eropa untuk bermain dalam dinginnya cuaca Slobidshchyna? Setidaknya tiga poin di babak grup Liga Champions. Itu adalah motivasi untuk Pep Guardiola, menyadari bahwa Shakhtar Donetsk vs Manchester City mungkin tidak menjadi laga yang indah. Itu bukan prioritas City saat ini.

Filsuf sepakbola mengatakan bahwa terkadang tim terbaik tampil biasa-biasa saja dan menang. Itulah yang telah dilakukan Manchester City dalam beberapa minggu terakhir. Biasanya, sang pelatih Guardiola muncul dengan berbagai gagasan taktis; kadang aneh, sebagian besar brilian.

Tetapi pria Catalan itu juga tahu betapa berharganya para pemainnya dan berapa banyak dari mereka yang bisa membuat aksi yang mengubah hasil laga. Ini adalah keindahan skuad City saat ini bahwa orang-orang seperti Raheem Sterling, Riyad Mahrez dan Leroy Sané bertarung untuk dua tempat di starting XI, bahwa Sergio Agüero dan Gabriel Jesus sering bertempur untuk satu tempat, dengan Guardiola mengetahui bahwa masing-masing dari mereka dapat merobek pertahanan dan mencetak satu gol yang menentukan.

Lihat saja pertemuan City dengan Liverpool, laga yang selalu menyulitkan Guardiola ketika menghadapi Jürgen Klopp. Kedua tim setara pada hari itu. The Reds bahkan mempertahankan possesion di sekitar 50 persen, yang tampaknya seperti mengejek Guardiola. Tapi kemudian setelah 85 menit, Sané dilanggar di dalam kotak penalti dan Mahrez memiliki kesempatan untuk memenangkan laga.

Itu memang tidak akan menjadi kemenangan yang mengesankan, namun tiga poin akan menciptakan celah antara City dan rival terberat mereka. Kali ini City menyia-nyiakannya, lain kali mungkin tidak.

Mengisi kekosongan yang ditinggalkan De Bruyne

Dalam hal taktik dan personil, Guardiola belakangan ini tidak melakukan banyak percobaan seperti pada awal musim. Dia enggan mencoba kembali formasi tiga bek dan lebih memilih menggunakan empat bek dengan formasi yang berbeda-beda, dengan Benjamin Mendy menjadi full-back yang lebih aktif mendukung Sterling atau Sané di sisi kiri.

Apa yang paling mengganggu kinerja City adalah cedera yang diderita Kevin De Bruyne. Tanpa pemain yang selalu tampil menonjol itu, Guardiola sedang mencari playmaker yang mampu menghubungkan antar lini dan mendukung David Silva.

İlkay Gündoğan telah beberapa kali tampil tapi tidak dalam posisi nomor 8, justru ia menjelajah di antara posisi nomor 6 dan 10. Sebagai nomor 6, gayanya terbatas karena ia mengandalkan dribling pendek dan belokan cerdas yang belum tentu diperlukan di lapangan tengah. Sebagai nomor 10, ia tidak memiliki ekplosifitas yang diperlukan untuk membuat tusukan dan mengancam lini belakang lawan di sisi kotak.

Itulah salah satu alasan mengapa saat ini Bernardo Silva memainkan peran yang lebih menonjol dalam formasi City. Pria Portugis itu telah bermetmorfosa dari pemain sayap ke gelandang serang dan playmaker box-to-box dalam beberapa bulan terakhir. Guardiola menegaskan setelah pertandingan di Anfield bahwa itu bukan hanya keterampilan menyerang Bernardo melainkan ketenangannya pada bola dan menekan perlawanan yang bernilai terhadap tim tangguh seperti Liverpool. Playmaker modern diperlukan untuk membuat permainan dan untuk mengamankan bola melawan serangan intens. Bernardo dapat melakukan keduanya dan mungkin telah menemukan posisinya di dalam starting XI City.

Perkiraan Line-up Shakhtar v Man City

Tanpa Fred, Shakhtar kurang mengancam

Adapun lawan mereka, juara bertahan Ukraina dan pemenang piala domestik, Shakhtar telah mundur selangkah dibandingkan musim lalu karena satu alasan sederhana. Fred telah pindah ke Manchester United dan tidak ada pemain yang menggantikannya.

Paulo Fonseca, pelatih Shakhtar, mencoba menemukan cara untuk membuat lini tengah sekuat saat masih bersama Fred, tetapi itu adalah tugas yang terlalu berat bagi Maycon dan rekan senegaranya Alan Patrick yang biasanya bermain bersama Taras Stepanenko yang lebih defensif.

Tayson dan yang lainnya di lini serang Shakhtar dengan formasi 4-2-3-1 tidak mendapatkan dukungan yang cukup seperti pada musim 2017-18. Ini membuat tim secara keseluruhan kurang mengancam. Dengan hal-hal tersebut bisa perkirakan bahwa pertandingan bisa menjadi usaha yang membosankan untuk City. Mereka harus mengamankan kemenangan untuk mencegah komplikasi lebih jauh setelah ditundukkan Olympique Lyon di pertandingan pertama babak penyisihan grup.

Tidak akan terlalu mengherankan jika Guardiola menerapkan variasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 dan berniat untuk mengalahkan Shakhtar di sisi sayap sambil bermain agak aman di lapangan tengah di mana Bernardo dan David Silva seharusnya mengungguli lini tengah lawan. Terkadang kesederhanaan adalah kunci ketika Anda membawa tim kelas dunia melawat ke cuaca timur yang dingin.

Prediksi

Mengingat kondisi dan cuaca, ini bukan pertandingan yang akan menghasilkan banyak gol. City sulit kebobolan namun juga tidak akan menyarangkan banyak gol. Skor 0-1 atau 0-2 buat tim tamu. Paling aman bermain di Under 3.5 gol.

Oleh: Nico Julian

Share this:

Leave a Reply