Tiga Hal Penting Bagi Liverpool Saat Melawan Chelsea

Dengan adanya peluang bagi Liverpool untuk kembali ke posisi empat besar klasemen,maka berikut adalah rincian hal-hal penting yang harus diperhatikan saat melawan Chelsea di Anfield nanti malam 5 Februari 2021.

Liverpool menuju pertandingan malam ini melawan Chelsea dengan kondisi yang sudah lama tidak terjadi, adalah hal yang jarang bahwa Klopp harus mengakhiri empat kekalahan kandang berturut-turut setelah pertemuan sengit melawan Burnley, Brighton, Manchester City dan Everton – sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di era Liga Premier, dan tidak sama sekali sejak 1923. Kandang Liverpool, Anfield sudah lama menjadi benteng pertahanan tak terkalahkan yang berlangsung hingga 68 pertandingan. Rekor ini dimulai dari hampir empat tahun lalu dengan kekalahan 2-1 melawan Crystal Palace pada April 2017. Namun sekarang ada rasa rapuh yang nyata ketika Liverpool bermain di kandang sendiri tanpa penonton. Sebaliknya, bagi pihak lawan, ini bukan lagi pertandingan sulit di mana merebut satu poin pun terasa berat. Sebaliknya, lawan bisa merasa ada kesempatan.

Liverpool menang melawan 2-0 pada hari Minggu atas Sheffield United dengan performa yang meyakinkan. Hasil tersebut tentunya menjadi dukungan moral yang sangat dibutuhkan, tetapi tantangan bagi Liverpool sekarang adalah untuk memastikan kemenangan atas Sheffield United tidak hanya untuk sekali saja – seperti 3-1 menang atas Tottenham Hotspur dan West Ham United yang pada akhirnya diikuti oleh performa buruk dengan rentetan kekalahan yang dialami Liverpool.

Thomas Tuchel datang ke Liverpool dengan status masih tak terkalahkan sebagai manajer Chelsea, setelah mengambil 15 poin dari tujuh pertandingan liga pertamanya sebagai pelatih, serta kemenangan Liga Champions yang mengesankan atas Atlético Madrid. Dengan masa kepelatihannya yang masih dalam tahap awal, bagaimanapun, dan tim Chelsea masih dalam fase belum pasti, maka masih harus dilihat apakah hasil awal ini adalah benih awal dari sesuatu yang berkelanjutan, atau hanya sebagai hasil jangka pendek sebelum tergelincir kembali.

Dengan hanya satu poin yang memisahkan kedua klub ini, hasil akhir dari pertandingan nanti malam bisa jadi penentu bagi kesuksesan kedua tim mengincar empat besar. Dan khususnya bagi Liverpool Ini benar-benar waktu yang tepat untuk menyelamatkan musim ini bagi Liverpool.

Maka dalam pertandingan melawan Chelsea nanti, Klopp bisa mempertimbangkan tiga hal di bawah ini:

Sistem apa yang akan diterapkan Jürgen Klopp?

Melawan Sheffield United, Klopp tidak memakai pola 4-3-3 yang biasa dan menerapkan sistem 3-2-5 baru yang terbukti sangat efektif untuk melawan formasi tuan rumah 3-5-2. Ini menampilkan peran yang diubah secara signifikan untuk Curtis Jones, yang menempati peran hybrid yang secara teratur membuatnya mendorong ke depan dari posisi kiri dalam dari lini depan Liverpoool yang terdiri dari Sadio Mané di tengah, Andy Robertson dan Mohamed Salah pada posisi sayap di kedua sisi, dan Roberto Firmino pada sisi kanan dalam.

Bek kanan sayap Trent Alexander-Arnold, bisa dipilih untuk menempati posisi lebih dalam dari biasanya, dia mengisi sisi kanan dari tiga bek tetapi memperoleh ijin untuk maju lebih ke depan dan ke sepertiga lapangan lawan ketika adalah waktu yang tepat untuk melakukannya. Itu memberinya banyak waktu dan ruang untuk mendikte aliran permainan dengan cara yang tidak mungkin dilakukan sesering itu sepanjang musim ini.

Akan menarik untuk melihat apakah Klopp bertahan dengan bentuk yang dikonfigurasi ulang yang sama tersebut ketika melawan Chelsea, mengingat mereka juga cenderung berbaris dalam sistem tiga bek belakang – meskipun, mereka jelas lawan yang jauh lebih unggul yang membawa ancaman ofensif yang jauh lebih besar dibandingkan Sheffield United. Jika Liverpool bermain dalam formasi 3-2-5 yang serupa, pertarungan antara penyerang sayap (Robertson di kiri, Salah di kanan) dan bek sayap Chelsea (Marcos Alonso atau Ben Chilwell di kiri, Reece James atau Callum Hudson-Odoi di sebelah kanan) akan menjadi permainan yang sangat menarik yang secara signifikan akan membentuk corak permainan.

Baca juga: https://www.bolakukus.com/news/solksjaer-harus-segera-memutuskan-masa-depan-henderson/

Tuchel mungkin akan meminta bek sayapnya untuk lebih konservatif dalam memposisikan diri daripada ketika melawan tim lain, tetapi masih ada peluang bagi Liverpool untuk memanfaatkan ruang di belakang mereka dan menciptakan kelebihan pemain ketika menyerang yaitu melawan tiga bek Chelsea.

Pertarungan pada lini tengah, kemungkinan besar melibatkan Gini Wijnaldum dan Thiago Alcântara (dengan Jones turun saat Liverpool kehilangan penguasaan bola) dan N’Golo Kanté dan Mateo Kovačić (dengan Mason Mount masuk), tentunya perseteruan pemain-pemain tengah handal kedua tim ini menjanjikan pertandingan yang seru.

Perlu dicatat bahwa beberapa lawan Liverpool setelah pertandingan Chelsea ini biasanya menggunakan sistem tiga-di-belakang – tentu saja Wolves dan RB Leipzig, dan juga kemungkinan Fulham – jadi sangat mungkin formula baru ini adalah sesuatu yang secara khusus dirancang oleh Klopp dan stafnya untuk permainan khusus ini.

Akankah Klopp memainkan Fabinho, dan jika demikian, di posisi mana?

Dalam konferensi pers sebelum pertandingannya, Klopp mengonfirmasi bahwa Fabinho sepenuhnya fit dan kembali bersaing untuk bermain melawan Chelsea setelah menyelesaikan sesi latihan penuh tanpa masalah karena melewatkan enam dari tujuh pertandingan liga terakhir karena cedera otot.

Bisa diharapkan bahwa Fabinho akan kembali ditempatkan pada posisi lapangan tengah oleh Klopp. Pelatih ini menggambarkan hal tersebut sebagai opsi yang “berguna” dalam jenis permainan tertentu. Tentunya Klopp akan menimbang langsung menurunkan Fabinho dalam pertandingan melawan Chelsea nanti adalah pas. Pertimbangan yang kuat adalah bahwa Liverpool lebih baik mencoba untuk membangun kontrol maksimum dengan mengerahkan pilihan lini tengah terkuat yang tersedia dan hanya bertahan dengan dua bek tengah yaitu Ozan Kabak dan Nat Phillips.

Menggunakan Fabinho sebagai bek tengah terbukti cukup baik dalam jangka pendek, namun kelemahannya mulai terlihat pada beberapa kesempatan sebelum akhirnya cedera (dan melawan Manchester City di Anfield ketika dia penyebab City bisa mendapat kesempatan pertama, memberikan penalti bagi Man City), sementara di sisi lain pengaruhnya di lini tengah sangat dibutuhkan.

Tentunya dengan menempatkan dua bek tengah muda yang belum berpengalaman yaitu Kabak dan Phillips melawan tim sekaliber Chelsea menghadirkan resiko besar, tetapi dengan melakukan itu akan memungkinkan Klopp untuk mendapatkan lini tengah dan lini depan terkuat pada timnya, rasanya resiko tersebut adalah layak untuk dicoba.

Jika ternyata Fabinho tidak turun sebagai pemain tengah melawan Chelsea, maka itu pasti sesuatu yang perlu dipertimbangkan dalam pertandingan mendatang melawan Fulham dan Wolves. Menggunakan Fabinho dalam peran nomor enam tidak hanya memberikan proteksi yang sangat baik di depan pertahanan dan membuat Liverpool lebih sulit untuk dilewati, itu juga menguntungkan serangan dengan kemampuan untuk memberikan umpan akurat, ataupun bola diagonal di atas, dan juga dengan menyediakan platform kuat yang memungkinkan Thiago dan Wijnaldum untuk mengatur serangan ke depan.

Persaingan bangku cadangan

Liverpool belum pernah mencetak gol di babak pertama dalam enam pertandingan liga terakhir mereka. Chelsea belum pernah mencetak gol di babak pertama dalam dua pertandingan terakhir mereka. Dan mengingat dahsyatnya pertandingan ini dalam konteks persaingan posisi empat besar, sangat mungkin kita akan melihat perselisihan yang sangat ketat di mana tidak ada tim yang berinisiatif menyerang sejak awal, melainkan dengan menunggu kesempatan menyerang.

Jika skenario itu terjadi dan tim masih seimbang (atau hanya ada satu gol di antara mereka) menuju 30 menit terakhir, itu adalah permainan yang bisa diputuskan dengan baik oleh perubahan mana yang dibuat manajer dan kapan. Bangku cadangan Chelsea dalam hasil imbang 0-0 melawan Manchester United akhir pekan lalu menampilkan pemain-pemain mahal seperti Timo Werner, Kai Havertz dan Christian Pulisic, sementara Klopp harus memanggil empat remaja (termasuk dua penjaga gawang) di bangku cadangannya. Sumber artikel ini beberapa diambil dari liverpool[dot]com.

 

Share this:

Leave a Reply