Perusahaan management Romelu Lukaku bereaksi dengan amarah sesudah pemain depan Inter Milan itu mendapatkan kartu kuning ke-2 dan dikeluarkan dari lapangan karena memberikan kode ke fans Juventus yang arahkan nyanyian rasis padanya.
Kejadian itu terjadi sesudah Lukaku mengonversi penalti di menit akhir untuk membikin Inter bermain seri 1-1 di semi-final Piala Italia, Selasa.
Lukaku dekatkan jarinya ke bibir seakan ingin membekap pemirsa selesai cetak gol.
Gerakan Lukaku dekatkan jarinya ke bibir
Gerakan Lukaku membuat geram beberapa pemain Juventus dan laga usai dengan perkelahian di antara ke-2 team, dengan winger Juventus Juan Cuadrado dan penjaga gawang Inter Samir Handanovic dikeluarkan dari lapangan.
“Pengakuan rasis malam hari ini pada Romelu Lukaku oleh penggemar Juventus di Turin benar-benar nista dan tidak bisa diterima,” kata presiden Roc Nation Sports International Michael Yormark. “Saat sebelum, sepanjang, dan sesudah penalti, ia jadi target penghinaan rasis yang bermusuhan dan memuakkan. Romelu rayakannya secara sama dengan ia rayakan gol awalnya.
“Respon wasit ialah memberi kartu kuning ke Romelu. Romelu patut memperoleh keinginan maaf dari Juventus, dan saya mengharap liga selekasnya menyumpah sikap barisan simpatisan Juventus ini,” tambah Yormark. “Kewenangan Italia harus memakai kesempatan kali ini untuk menangani rasisme, dibanding memberi hukuman korban penghinaan itu. ”
Liga Italia di hari Rabu keluarkan pengakuan di mana Lukaku tidak disebut namanya tapi menjelaskan jika “menyumpah keras tiap adegan rasisme dan tiap wujud diskriminasi.”
“Sedikit orang di tribune tidak bisa menghancurkan atraksi sepak bola dan tidak sebagai wakil pertimbangan semua fans,” kata liga.
Hakim liga adanya kemungkinan akan buka kasus disipliner atas permasalahan itu, sedangkan Juventus menjelaskan akan bekerja bersama dengan faksi berkuasa untuk mengenali beberapa fans yang bertanggungjawab.
“Juventus Football Klub, seperti umumnya, bekerja bersama dengan polisi untuk mengenali mereka yang bertanggungjawab atas pergerakan dan nyanyian rasis yang terjadi semalam. Codice di Gradimento akan diaplikasikan dari mereka yang bertanggungjawab.”
Lukaku, yang berkulit hitam, kerap jadi target nyanyian rasis sepanjang 2x saat pekerjaannya di Inter.
Lukaku, yang dipinjam oleh Inter dari Chelsea, jadi sasaran yel-yel ofensif pada 2019, yang disumpahnya dalam posting sosial media saat tersebut.
“Riwayat berulang-ulang… Sebelumnya pernah melewatinya di 2019.. dan 2023 kembali..,” kata Lukaku dalam posting di Instagram, Rabu.
“Saya mengharap liga betul-betul ambil perlakuan riil ini kali karena permainan yang cantik ini harus dicicipi oleh semuanya orang…”
Rasisme sudah jadi permasalahan lama di sepak bola Italia dan faksi berkuasa sudah dinilai karena tidak ambil perlakuan yang lumayan kuat.P