Saatnya MU Menjual Martial!?

Man Utd mungkin harus mempertimbangkan untuk menjual Anthony Martial jika dia tidak memiliki masa depan sebagai penyerang tengah di tim Ole Gunnar Solskjaer.

Anthony Martial mencetak 23 gol pada musim lalu dan adalah pencetak gol terbanyak Manchester United, kemudian dari situ dia seperti dalam perjalanan untuk membuktikan masa depannya adalah sebagai penyerang tengah.

Martial, Marcus Rashford dan Mason Greenwood tampak seperti tiga penyerang yang bisa diandalkan United dalam jangka panjang, tetapi nyatanya mereka semua mengalami masa sulit pada musim ini dan rasanya pemain Prancis itu mengalaminya lebih parah daripada yang lain.

Baca juga: https://www.bolakukus.com/berita-hasil/solksjaer-memperingatkan-de-gea/

Musim lalu Martial tampak seperti pilihan terbaik United untuk posisi No. 9, bagian dari tiga penyerang yang dirancang berdasarkan kecepatan dan pergerakan. Dia belum memiliki kebiasaan mencetak gol ‘jelek’ yang diinginkan Ole Gunnar Solskjaer dan dia sering berkeliaran di pinggiran area penalti daripada menjadikan area gawang lawan daerah buruannya.

Di MU dia belajar dari sang master pada diri Solskjaer dalam hal perburuan gol dan dia masih relatif muda dalam perkembangannya sebagai striker. Tetapi kedatangan Edinson Cavani dengan status bebas transfer secara tidak sengaja menyoroti apa yang tidak bisa dilakukan Martial untuk United sebagai penyerang tengah, dan apa yang mungkin tidak akan pernah bisa dia tawarkan kepada mereka.

Cavani mungkin delapan tahun lebih tua dari Martial, tetapi kehadirannya lebih energik sebagai titik tuju serangan dan juga pencetak gol yang lebih konsisten. Keduanya memiliki tujuh gol musim ini dengan Cavani unggul dengan 0,53 gol per 90 menit, dibanding Martial dengan 0,33 per 90.

Martial kurang lebih menghasilkan target yang diharapkan darinya, dengan xG 7,8 musim ini, tetapi Cavani mengungguli jumlah gol yang diharapkan darinya yaitu 5,3. Tidak mengherankan jika Cavani adalah finisher yang lebih kejam dan sementara Martial mampu melakukan yang spektakuler, Cavani adalah penyerang yang Anda inginkan ada di sana ketika harus berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.

Ada juga perbedaan mencolok antara intensitas menpress oleh United saat Cavani memimpin di lini depan. Martial memiliki rata-rata 10 pressing per 90 menit sementara Cavani dengan 16,5 pressing.

Terlihat pada awal-awal laga melawan West Ham kemarin di Piala FA pada hari Selasa bahwa para pelatih United mendesak tim mereka untuk menekan, tetapi baik Martial maupun Rashford tidak memberikan pressing yang sangat energik, yang dapat memungkinkan pertahanan lawan menjadi melebar.

Seberapa lama Cavani akan bermain di Old Trafford, itu hanya meningkatkan kebutuhan United untuk merekrut penyerang tengah di salah satu dari dua musim panas berikutnya. Keraguan tumbuh musim ini atas kemampuan Martial untuk menjalankan peran tersebut.

Dan jika dia bukan seorang striker di United, maka perannya tidak jelas. Dia sering dipindahkan ke kiri saat bermain dengan Cavani dan itu mungkin posisi terbaiknya, tapi itu juga posisi terbaik Rashford. Rashford telah dipaksa ke kanan ketika ketiganya bermain bersama tetapi dia sama sekali tidak efektif di sayap itu.

Baik Martial atau Rashford tidak memiliki permainan yang sangat bagus melawan The Hammers pada penampilan ke-250 mereka di United. Tapi sementara kita tahu apa yang bisa dihasilkan Rashford dan rasanya dia masih berkembang sebagai pemain, Martial telah mencapai masanya di United dengan masih banyak pertanyaan dan jawaban atas karirnya di United.

Jika gagasan untuk memindahkannya sebagai striker mulai berkurang, mungkin sudah mendekati waktu untuk mempertimbangkan menjual Martial. Rashford jelas merupakan pilihan yang lebih baik di sisi kiri dan jika United ingin mendatangkan penyerang tengah kelas dunia maka penjualan Martial itu mungkin masuk akal.

Itu akan membuat jalur yang jelas bagi Greenwood untuk nantinya juga menjadi penyerang tengah, sementara juga memberi ruang dalam skuad untuk seorang pemain sayap, sebuat saja Jadon Sancho, dan memberi ruang bagi bakat-bakat penyerang akademi United untuk kesempatan masuk tim utama.

Pemain yang sudah turun 250 pertandingan untuk Manchester United pastilah seorang pemain yang bagus, tetapi masih ada pertanyaan tentang bagaimana Martial cocok dengan rencana jangka panjang tim United. Sumber: MEN

Share this:

Leave a Reply