PSSI Dan Mola TV Kembali Menggelar Program Garuda Select

PSSI bekerjasama dengan Mola TV menggelar seleksi untuk program Garuda Select jilid III. Seleksi diadakan dari tanggal 29 Oktober 2020 dan berakhir pada tanggal 3 November 2020 di stadion Pakansari Bogor. Dari proses seleksi ini akan terpilih 26 pemain diboyong ke Inggris untuk menjalani pelatihan.  Sebagaimana pada program Garuda Select I dan II, Dennis Wise kembali menjadi kepala tim kepelatihan didampingi oleh Des Walker. Selama di Inggris, para pemain Garuda Select menjalani menu latihan yang biasanya digunakan klub di Inggris. Menu taktik dan kebugaran fisik menjadi hal yang berbeda dibanding apa yang biasanya diterima pemain belia di tanah air. Tidak bisa disangkal, pemain belia Indonesia tidak terbiasa dengan bermain dengan kedisiplinan taktik. Pemain belia Indonesia sejak dini sudah bermain dengan penekanan pada menang atau kalah. Tidak heran ketika sudah beranjak dewasa, setelah bermain bola di liga Indonesia si pemain tidak berkembang secara individu maupun kepada tim yang dibelanya. Hal ini sudah menjadi pakem umum di Indonesia, dikatakan pemain Indonesia saat kecil bisa bermain mengimbangi pemain seusia dari luar negeri. Tetapi setelah beranjak dewasa akan kalah jauh dari pemain-pemain luar tersebut. Jawabannya ada pada dua hal utama: pemahaman taktik dan level kebugaran. Pemain Indonesia tidak dibiasakan sejak dini dengan hal ini.

Program Garuda Select adalah langkah konkrit dari PSSI dan Mola TV untuk menghasilkan sekelompok pemain-pemain muda Indonesia yang mempunyai bekal untuk dua hal tadi. Awalnya pasti sulit sebagaimana yang dialami pemain garuda select I dan II. Menu latihan yang diberikan ala Eropa begitu berbeda dan lebih berat dari sebagaimana latihan di dalam negeri. Menu latihan fisik yang diberikan juga dibarengi dengan menu asupan makanan selama program berjalan. Satu lagi hal penting yang tidak biasa dilakukan di dalam negeri. Pemain muda Indonesia tidak terbiasa mengatur diri dalam hal konsumsi makanan. Untuk menjadi pemain profesional yang handal harus memiliki kemampuan fisik yang optimal dan didapatkan dari asupan makanan yang tepat sejak masa muda. Dalam jangka panjang diharapkan pemain lulusan garuda select menjadi ujung tombak perubahan sepakbola nasional secara umum.

Shin Tae-Yong Timnas U19

Bagaimana menilai keberhasilan program garuda select yang sudah berjalan, bisa dilihat dari lulusan garuda select I dan II. Bukan kebetulan tim nasional usia 19 sekarang, yang ditangani Shin Tae Yong dihuni oleh banyak pemain lulusan garuda select. Diantaranya pemain andalan timnas U19 seperti David Maulana, Brylian Aldama, Braif Fatari, dan Bagas Kaffa. Bila melihat formasi tim yang diturunkan Shin Tae-Yong mereka diyakini masuk dalam tim utama. Bagus Kaffi satu lagi alumnus garuda select diyakini akan menjadi andalan utama di lini depan. Kaffi masih menjalani masa perawatan dari cedera yang dialami di Inggris saat mengikuti program Garuda Select II. Selain nama-nama tersebut, alumnus garuda select yang sekarang main di timnas U19 di antaranya Erlangga Setyo, Komang Teguh, Yudha Febrian, Andre Oktaviansyah, Moh. Supriadi, dan Sandi Samosir. Dalam menyeleksi pemain, pelatih Shin Tae-Yong menginginkan yang memiliki stamina tinggi disamping pemahaman taktik. Tidak heran begitu banyak alumni program garuda select I dan II yang terpilih karena memang selama dilatih di Inggris akan mendapatkan dua hal tadi, pemahaman taktik dan kebugaran fisik.

Share this:

Leave a Reply