Masihkah Pogba Terpilih Sebagai Starter!?

Manchester United (MU) baru saja mengalami kekalahan ketiga di kandang sendiri dalam ajang liga Inggris musim 2020/21. MU sudah bermain empat laga kandang dan tidak berhasil memenangkan satu laga pun. Dari empat laga tersebut, MU mendapatkan satu poin, hasil dari bermain imbang kacamata melawan Chelsea. Selebihnya kalah telak dari Crystal Palace 1-3, Tottenham Hotspur 1-6 dan pada Minggu malam kemarin 0-1 melawan Arsenal. Sebelum laga melawan Arsenal, MU memenangkan laga berhadapan dengan RB Leipzig dalam ajang liga champions. Pada laga itu Solksjaer memainkan formasi 4-4-2 diamond, dengan Paul Pogba ada disisi kiri diamond. MU memenangi laga  tersebut dengan telak 5-0. Empat hari kemudian masih di Old Trafford MU berhadapan dengan Arsenal dalam jadwal liga Inggris minggu ketujuh. Solksjaer memilih menggunakan formasi yang sama, terlepas dari bagaimana Arsenal bermain. Kali ini MU keok dari Arsenal dengan skor 0-1.

Satu pemain yang menjadi sorotan banyak pengamat bola adalah Paul Pogba. Dalam pertandingan melawan Arsenal kemarin, Pogba bermain buruk. Pogba tidak berhasil mendominai lapangan tengah maupun menjaga ritme permainan MU dari tengah. Dan yang lebih fatal lagi, Pogba membuat MU harus kalah dengan penalti oleh Arsenal. Pogba melanggar Hector Bellerin di kotak penalti MU padahal Bellerin sedang tidak mengancam gawang secara langsung. Bahkan Bellerin telah gagal mengntrol bola dengan baik, dan sedang menjauh dari arah gawang De Gea ketika Pogba melanggarnya. Kesalahan yang sangat merugikan MU, dilakukan oleh seorang pemain yang seharusnya menjadi pembeda bagi MU.

Sejauh ini yang dilakukan Pogba adalah sudah merugikan buat MU. Di dalam lapangan, dalam musim ini Pogba tercatat sudah dua kali memberikan lawan penalti, dan keduanya adalah pelanggaran tidak berkelas di kotak penalti sendiri. Ketika dibantai oleh Tottenham Hotspur 1-6, Pogba menyumbang satu gol buat Spurs dengan pelanggaran konyol yang dilakukannya terhadap Ben Davies. Selain kedua penalti itu, pada akhir musim lalu, Pogba juga melakukan kesalahan konyol lainnya di kotak sendiri dengan cara meninju bola yang sedang mengarah ke wajahnya.

Dalam skenario yang sama, seorang pemain yang sudah terlatih, katakan saja Nemanja Matic, pastinya secara refleks akan membiarkan wajahnya terkena bola bukan malah meninjunya. Itu adalah beberapa kesalahan konyol yang dilakukan Pogba beberapa waktu ini di kotak penalti sendiri. Belum lagi bila menghitung berapa kali Pogba kehilangan bola di tengah lapangan. Kebiasaannya menahan bola berlama-lama kerap merugikan permainan MU. Pogba dibeli adalah untuk mendominasi lapangan tengah, menjadi jenderal lapangan tengah bagi MU. Tapi nyatanya dia jauh dari peran itu.

Di luar lapangan Pogba juga kerap kali merugikan MU. Komentarnya tentang keinginan pindah ke Real madrid atau Juventus beberapa kali diungkapkan secara terang-terangan di media. Namun demikian pemain ini masih selalu diandalkan oleh Solksjaer. Pengamat sepakbola cukup banyak mengungkapkan pendapat mereka tentang Pogba. Sehabis laga dengan Arsenal, Frank Leboef mantan Chelsea menyatakan tempat yang paling cocok buat Pogba saat ini adalah bangku cadangan. Sebelumnya mantan bintang Liverpool Graeme Souness sampai bersitegang dengan Pogba akibat dipandang sebelah mata oleh Souness. Gary Neville mantan bintang MU juga pernah berkomentar aksi Pogba meninju bola begitu memalukan.

Terlepas dari bagaimana kemampuan Solksjaer dalam menerapkan taktik berbeda yang disesuaikan dengan taktik lawan, seharusnya Solksjaer juga memainkan pemain yang pas. Pemain dengan atitud dan mindset yang sesuai. Sejauh ini Pogba membuktikan dirinya bukan pemain dengan atribut yang pas untuk MU, malah sebaliknya acap kali merugikan bagi MU di dalam atau di luar lapangan. Akankah Solksjaer masih memainkannya kembali sebagai starter!? Kamis minggu ini MU akan kembali bermain di liga Champions melawan wakil dari Tukri, Istanbul Busaksehir, kita segera bisa melihat jawabannya.

Share this:

Leave a Reply