5 Alasan Mengapa Manchester United Harus Menetapkan Solskjaer Sebagai Manajer Permanen

solksjaer-manchester-united

Ketika Ole Gunnar Solskjaer terpilih sebagai manajer sementara untuk Manchester United, suasana positif melingkupi Old Trafford atas pengangkatan mantan pilar Setan Merah itu di pucuk pimpinan tim. Harapannya sederhana – mencegah kerusakan yang lebih parah.

Saat ia mengambil alih, Manchester United tergelincir jauh dari puncak klasemen. United adalah klub yang berantakan; mereka kalah dari rival terberat mereka dan kinerja mereka di lapangan buruk. Sepak bola ala Mourinho mulai menjauhkan klub dari identitasnya dan United berubah menjadi hanya penonton dalam perebutan gelar liga. Bahkan posisi empat besar terlihat tidak dapat diraih di bawah orang Portugal itu, itulah sebabnya Mou ditendang.

Solskjaer tidak diminta untuk meraih gelar tetapi ditugaskan untuk mengembalikan musim United, selain juga menghibur Old Trafford. Posisi empat besar adalah tujuan utama, tetapi tugas yang paling utama adalah untuk menciptakan fondasi yang kuat bagi manajer permanen untuk mengambil alih di musim panas. Orang Norwegia itu diminta untuk mencegah kerusakan lebih dalam – ia hanya diberi kontrak sampai akhir musim.

Melampaui harapan, Solskjaer hampir mengubah musim United. Secara matematis, 8 kemenangan dari 8 pertandingan pertamanya adalah pencapaian besar, yang membuatnya menjadi kesayangan fans United lagi. Dengan demikian, orang Norwegia itu mungkin memberikan audisi terbesar yang pernah ada untuk pekerjaan penuh waktu dan berikut ini adalah lima alasan mengapa hirarki tertinggi Old Trafford harus memberinya pekerjaan itu.

1. Pemahamam Tentang Akar Klub

Manchester United penuh sejarah. Citra klub menjamin karakter besar di pucuk pimpinan, karena mengelola pemain nama besar dan etika klub, sementara juga memberikan hasil di lapangan. Sang “Baby Faced Assassin” terlihat memiliki karakter dan sikap untuk mengelola para pemainnya karena sejauh ini dia sudah mendapatkan yang terbaik dari mereka. Tapi aset terbesarnya adalah pemahamannya tentang klub.

Solskjaer bermain di bawah Sir Alex Ferguson dan mengakui bahwa ia telah belajar banyak tentang manajemen sepakbola dari pelatih hebat asal Skotlandia itu. Dengan demikian, pemain Norwegia ini tidak asing dengan pekerjaan klub, persyaratan dan harapan yang sejalan dengan nama Manchester United.

Dia tahu betul apa artinya berada di Manchester United dan inilah yang membuatnya menjadi kandidat yang sempurna untuk membawa klub ke depan.

2. Peningkatan Citra Klub

Sejak pemain Norwegia itu mengambil alih, citra Manchester United telah membaik. Bukti pertama dari perubahan itu adalah konferensi pers manajer. Lewat sudah hari-hari merajuk, merenung dan mengeluh tentang segala sesuatu di sekitar. Dari menyoroti kekuatan pengeluaran klub lain hingga membual tentang prestasinya sendiri, konferensi pers Mourinho selalu terjadi, tetapi lama-lama mulai menjadi sedikit menjengkelkan.

Solskjaer telah membawa kecerahan tidak hanya di klub, tetapi juga di konferensi pers. Dia penuh dengan senyum dan menggambarkan kebijaksanaan jauh melampaui usianya. Dia menunjukkan semua sifat manajer United yang tepat dan menuntut rasa hormat dengan sikapnya yang menyenangkan. Namun bukan hanya citra manajer United yang telah membaik.

Lewat sudah hari-hari ketika lawan datang ke Old Trafford mengetahui bahwa mereka bisa mencuri poin. Manchester United di bawah Solskjaer bersorak lagi, menakutkan lawan dan mengalahkan mereka sesuka hati. Arogansi lama kembali – Setan Merah telah berhasil mengunjungi markas saingan mereka dan pulang dengan kemenangan meyakinkan.

Orang Norwegia itu mengembalikan “fear factor” di Old Trafford dalam periode singkatnya dan penunjukan permanen hanya akan membuat segalanya lebih baik dalam jangka panjang.

3. Pemain Berkembang

Setiap pemain yang tampil kurang memuaskan di bawah Mourinho, tampak diremajakan dan terinspirasi oleh pemain Norwegia ini. Solskjaer seperti koki berpengalaman yang bahkan bisa membuat makanan sederhana terasa kelas dunia. Hanya saja, di Manchester United, bahan-bahan kelas dunia sudah ada di sana dan dengan sentuhan ahlinya, bahan-bahan itu telah berkembang penuh.

Pertahanan kebobolan hanya 5 gol dalam 8 pertandingan sejauh ini. Ander Herrera, Paul Pogba dan Nemanja Matic telah membentuk kemitraan lini tengah yang terlihat siap menghadapi tantangan apapun. Secara individual, setiap pemain telah meningkat, khususnya Paul Pogba, yang kini secara konsisten terlihat sebagai bintang kelas dunia. Form dan kinerja para pemain berbicara sendiri.

Namun, perkembangan pemain muda lah yang menarik perhatian. Anthony Martial dan Marcus Rashford kembali fantastis. Apa pun yang dikatakan dan dilakukan Solskjaer untuk tim United ini telah bekerja dengan sangat baik dan untuk hal itu saja, mantan penyerang timnas Norwegia ini harus dipertahankan secara permanen.

4. Kemampuan Dalam Taktik Permainan

Lima pertandingan pertamanya dilalui dengan mudah; Manchester United memang dijagokan memenangkan pertandingan itu. Ujian pertama Solskjaer datang di Tottenham, melawan kejeniusan seorang pria yang dikabarkan menjadi kandidat terdepan untuk lowongan di Manchester United. Mauricio Pochettino digadang-gadang untuk mengambil alih Old Trafford pada musim panas, namun Solskjaer tidak memberi ampun pada malam itu.

Kemenangan United atas Spurs, adalah taktik masterclass dari Solskjaer, yang menjaga bek sayapnya tetap kompak dan menggunakan kecepatan di timnya untuk memasang serangan balik yang mengingatkan pada Setan Merah yang dulu. Itu adalah pertama kalinya kemampuan taktis Norwegia mengemuka di United.

Dengan sekejap, ia menyalip orang Argentina itu sebagai kandidat terdepan untuk pekerjaan itu. Namun, ujian yang tampaknya lebih besar menunggu melawan Arsenal, di Piala FA, di Emirates. Sekali lagi, Solskjaer menunjukkan tanda-tanda otak sepakbola yang cemerlang, yang mendalangi kemenangan mengesankan lainnya. Dia menggunakan sepakbola menyerang Arsenal sebagai peluang, memanfaatkan ruang yang tertinggal dan memanfaatkan serangan balik.

Pemain Norwegia ini telah menunjukkan pemahaman yang bagus tentang sisi taktis permainan sejauh ini, namun, ujian maha berat menunggunya, terutama di Liga Champions. Namun dari sisi tampilan, Solskjaer memiliki kualitas untuk berhasil dalam jangka panjang.

5. Gaya Permainan

Dengan kedatangan Solskjaer, gaya sepakbola Manchester United telah kembali. Old Trafford berdengung ketika gelombang serangan merobek pertahanan lawan. United di bawah Solskjaer kini telah mencetak 22 gol dalam 8 pertandingan dan juga telah mencetak 5 gol dalam sebuah pertandingan untuk pertama kalinya dalam 5 tahun terakhir!

Lini pertahanan United selalu disalahkan untuk sebagian besar kegagalan musim ini, namun Solksjaer berhasil membuat beknya kompak di belakang, sementara juga menekankan pada manfaat menggunakan serangan sebagai bentuk pertahanan pertama. Dengan hanya 5 kali kebobolan di masa jabatannya sejauh ini. Itu adalah salah satu faktor yang telah mengembalikan aura lama di tubuh United.

Para pemain tidak lagi segan untuk mencoba sesuatu yang spektakuler, gelandang menerobos ke depan dan telah ada peningkatan dalam upaya jangka panjang pada gawang. Semua itu telah dipadukan secara baik dengan passing yang rumit, keterampilan yang menarik perhatian dan serangan balik yang gemilang. Solskjaer membuat Manchester United menampilkan gaya sepakbola menarik yang identik dengan rezim Sir Alex Ferguson dan ini mungkin merupakan alasan terbesar mengapa orang Norwegia itu adalah profil yang sempurna untuk menjadi manajer Manchester United secara permanen.

Toko Karangan Bunga – Papan Bunga – Rangkaian Bunga

Share this:

Leave a Reply