Fabinho Kembali Ke Midfield Liverpool Menang

Liverpool kembali berhasil mengatasi RB Leipzig di Anfield dengan skor 2-0. Cedera melanda skuad Klopp dan hilangnya Virgil van Dijk karena cedera lutut adalah yang paling merusak. Penambahan Jordan Henderson baru-baru ini ke daftar pasien setelah operasi pangkal paha yang akan membuat gelandang dan kapten itu absen hingga pertengahan April telah menjadi pukulan besar lainnya.

Secara defensif, Liverpool telah menjadi lebih rapuh di Liga Premier, tetapi melawan Leipzig, mereka menjaga clean sheet di kedua leg.

Apakah mereka bisa mengulanginya melawan salah satu tim penyerang Eropa yang lebih menakutkan masih harus dilihat.

Ozan Kabak dan Nat Phillips membuat Leipzigmenjadi tumpul di Budapest, tetapi kedua pemain kurang pengalaman dan kualitas untuk melakukan hal yang sama melawan Bayern Munich, Paris Saint-Germain atau Manchester City.

Setidaknya di lini tengah, kembalinya Fabinho membuat Liverpool semakin kuat melawan Leipzig. Pemain Brasil ini tampil luar biasa sebagai bek tengah sementara pada musim ini, tetapi energi dan keuletannya telah hilang di lini tengah. Jika Klopp mampu menjaga Fabinho dalam posisi terbaiknya, maka Liverpool mungkin bisa menjaga tim-tim terbaiknya.

Baca juga: https://www.bolakukus.com/prediksi-bola/tiga-hal-penting-bagi-liverpool-saat-melawan-chelsea/

Jika mereka bisa melakukan itu, Salah dan Mane telah menunjukkan bahwa mereka bisa mencetak gol melawan tim mana pun di Eropa, jadi Liverpool masih bisa berpegang teguh pada harapan bahwa mereka bisa maju dalam kompetisi.

Jika mereka mendapatkan hasil imbang yang menguntungkan di undian perempat final minggu depan, rute ke Istanbul bisa terbuka, tetapi absennya penggemar di Anfield akan menghilangkan bagi Liverpool salah satu aset terbesar mereka pada malam laga Eropa.

Dan ada juga tanda tanya apakah pasukan Klopp yang menipis dapat dengan gigih mempertahankan keunggulan, atau mempertahankannya cukup ketat selama 180 menit, untuk mengatasi tim yang lebih kuat. Benitez dengan ahli mengatur timnya untuk melakukan hal itu, tetapi ada pemikiran bahwa tim Klopp tidak dibangun untuk menahan dan membuat frustrasi.

Tetapi terlepas dari semua kekurangan dan masalah mereka, Liverpool masih bertahan di Liga Champions. Mereka masuk ke delapan besar dan bisa fokus hanya untuk mencapai final di Istanbul karena itulah sekarang satu-satunya cara untuk menyelamatkan musim mereka.

Liverpool mungkin kurang dalam hal kedalaman tim saat ini, tapi hal itu tidak menghentikan mereka di tahun 2005. Mungkin mencapai Istanbul tidaklah mustahil. Sumber berita espn.

idn sports

Share this:

Leave a Reply