Preview, Analisis dan Prediksi: Final Liga Champions 2019/20 – PSG vs Bayern Munich

Preview, Analisis dan Prediksi: Final Liga Champions 2019/20 - PSG vs Bayern Munich

Estadio da Luz menjadi tuan rumah bagi final Liga Champions 2019/20 pada hari Minggu ini ketika Paris Saint-Germain yang akan mencicipi final untuk pertama kalinya menghadapi Bayern Munich yang merupakan peraih gelar juara lima kali.

Kedua tim dengan nyaman berhasil melewati semifinal mereka masing-masing dengan kemenangan 3-0 masing-masing atas RB Leipzig dan Lyon dan sekarang akan berjuang untuk dinobatkan sebagai pemegang tahta benua Eropa – untuk melengkapi gelar treble bersejarah bagi kedua klub.

Sejarah baru menanti di Lisbon untuk salah satu raksasa ini saat mereka menghadapi pertandingan paling bergengsi di klub sepakbola, tetapi sejarah masa lalu mereka pada kompetisi ini hampir seperti langit dan bumi.

Bayern telah berulang kali mencatatkan sejarah di kompetisi ini – hanya Real Madrid yang melampaui pencapaian 11 final Piala Eropa atau Liga Champions mereka. Sementara itu hanya Real Madrid, AC Milan dan Liverpool yang meraih trofi lebih sering dari sang raksasa Bavaria.

Prediksi Sepakbola Liga Champions

Namun mereka torehan kekalahan mereka di final sama banyak dengan yang mereka menangkan di kompetisi ini, yaitu masing-masing 5 kali, hanya Juventus yang lebih sering kalah dari mereka pada partai puncak.

Di sisi lain, PSG tahu apa artinya keputus asaan di kompetisi utama Eropa. Pencapaian mereka pada beberapa tahun belakangan ini dipenuhi oleh kegagalan yang fenomenal dan tetap sulit untuk mengenang masa lalu mereka di Liga Champions tanpa mengingat kembali kekalahan tragis 6-1 yang ironisnya diilhami Neymar dari Barcelona pada musim 2016-17.

Sekarang dengan Neymar di barisan mereka dan mulai menunjukkan pengaruh menentukan apa yang diharapkan PSG sejak kepindahannya yang mencatatkan rekor transfer dunia, raksasa Ligue 1 ini memiliki kesempatan untuk akhirnya membuang kenangan itu dan sakit hati tujuh musim berturut-turut di mana mereka gagal melakukannya, melewati perempat final.

Petinggi PSG tidak merahasiakan fakta bahwa Liga Champions adalah “holy grail” bagi mereka dan, setelah bertahun-tahun kurang berprestasi dalam kompetisi ini, merupakan hal yang teramat manis jika bisa menorehkan bintang di logo klub di ulang tahun yang ke-50.

Kesuksesan di kancah domestik hampir seluruhnya dikuasai oleh Le Parisiens, yang telah memenangkan 24 dari 28 trofi domestik yang tersedia di Liga Perancis, tetapi hanya kemenangan pada hari Minggu yang akan membuat mereka akhirnya bisa bergabung dengan barisan elit Eropa.

Kemungkinan pencapaian PSG untuk menyapu bersih semua piala di musim ini dapat dilihat sebagai torehan paling bersejarah, setelah menyelesaikan Ligue 1, Coupe de France, Coupe de la Ligue dan gelar Trophee des Champions musim ini.

Celtic di 1966-67 adalah satu-satunya klub yang pernah meraih quadruple dalam satu musim di Eropa dengan memenangkan final di kota Lisbon, dan PSG dapat menganggapnya sebagai pertanda baik bahwa kesuksesan mereka juga akan datang di kota yang sama.

Memang, Bayern memenangkan treble mereka sendiri hanya tujuh tahun lalu ketika mereka meraih mahkota Liga Champions kelima mereka, dan kemenangan pada hari Minggu akan membuat mereka bergabung dengan Barcelona sebagai satu-satunya klub yang dapat melakukannya pada dua kesempatan terpisah.

Klub Jerman itu tampil gemilang dalam perjalanan ke final, mencetak 42 gol luar biasa selama 10 kemenangan sempurna dari 10 pertandingan di kompetisi musim ini.

Pembantaian 8-2 atas Barcelona di perempat final tidak diragukan lagi adalah yang paling berkesan dari kemenangan itu. Namun Bayern juga telah mengalahkan Tottenham Hotspur 7-2 dan Red Star Belgrade 6-0 dalam satu pertandingan, serta menghantam telak Chelsea 7-1 secara agregat.

Dengan catatan seperti itu, mudah untuk melupakan bahwa Bayern pernah mengalami masalah di awal musim, yang menyebabkan Niko Kovac dipecat dan digantikan oleh Hansi Flick, yang sejak itu mengarahkan mereka kembali ke “jalan yang benar”.

Bukan hanya karena rekor Eropa yang impresif, penguasa gelar Bundesliga selama delapan tahun berturut-turut ini telah memenangkan 27 dari 28 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi termasuk masing-masing dari 19 pertandingan terakhir – pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk tim dari kasta tertinggi Jerman.

Namun tidak ada tim yang tak terkalahkan, dan PSG akan percaya dari kinerja Lyon di semifinal meskipun tim sesama Ligue 1 itu menuai kekalahan 0-3. Clean sheet Bayern dalam pertandingan itu lebih karena beberapa penyelamatan kunci dari Manuel Neuer daripada andil pertahanan di depannya, dengan Lyon dapat memanfaatkan celah garis pertahanan tinggi Bayern di lebih dari satu kesempatan.

Sulit untuk melihat pemain sekelas Neymar, Kylian Mbappe, Angel di Maria dan Mauro Icardi membuang kesempatan jika diberi peluang yang sama, dan juga sulit untuk melihat Bayern mengubah cara mereka bermain mengingat mereka telah menghancurkan tim mana pun di musim ini.

Preview Sepakbola Liga Champions

Pasukan besutan Thomas Tuchel akan yakin bahwa mereka akan mendapatkan peluang, dan dengan rekor pertahanan terbaik di kompetisi musim ini mereka juga telah diperlengkapi dengan sangat baik untuk mencegah penyerang Bayern mendapatkan kesempatan yang sama saat menghadapi Lyon dan Barcelona.

Kemenangan semifinal PSG atas RB Leipzig lebih nyaman daripada Bayern atas Lyon, meskipun secara keseluruhan rute mereka ke final tidak semudah rivalnya.

Tim asal Prancis itu perlu mengatasi defisit di leg pertama untuk mengalahkan Borussia Dortmund di babak 16 besar sebelum comeback dramatis di waktu tambahan melawan Atalanta di perempat final dengan dua gol di waktu injury time mengakhiri impian tim Italia itu.

Namun, PSG memulai kampanye Eropa mereka dengan kemenangan yang mengesankan atas Real Madrid, dan comeback atas Atalanta khususnya bisa menjadi momen penting untuk mengindikasikan perubahan nasib mereka di Eropa.

Team News

Kedua tim bisa memainkan semua bintang mereka di pertarungan ini, yang akan membuat babak final menjadi sebuah pertarungan bertabur bintang di Lisbon.

Namun ada beberapa keraguan di kedua sisi, dan mengingat produktifitas Bayern dalam mencetak gol, PSG akan sangat berharap kiper pilihan pertama Keylor Navas bisa tampil.

Kiper berpengalaman asal Kosta Rika itu terpaksa harus diganti karena cedera paha melawan Atalanta dan kemudian absen di semifinal, ini membuatnya diragukan tampil untuk pertandingan hari Minggu dengan Sergio Rico digadang akan menggantikan posisinya.

Marco Verratti mendapatkan kesempatan tampil beberapa menit menjelang akhir di babak semifinal dan mungkin mendapatkan tempat kembali di starting XI di final.

Icardi adalah pemain penting yang absen dari starting lineup melawan Leipzig dan, mengingat apiknya peran false 9 dilakoni Neymar, dia mungkin akan ditempatkan lagi di bangku cadangan di Lisbon jika Tuchel tetap menggunakan 4-3-3.

Sementara itu, Bayern diharapkan menampilkan tim yang tidak berubah dari semifinal tetapi bisa tanpa Jerome Boateng, yang mengalami cedera dalam pertandingan itu yang memaksanya keluar di babak pertama.

Flick memiliki opsi sebagai cadangan – yaitu Niklas Sule, Lucas Hernandez dan Javi Martinez – tetapi dia akan memberi Boateng setiap kesempatan untuk membuktikan kebugarannya menjelang pertandingan.

Boateng adalah salah satu dari empat kemungkinan starter yang juga berjasa dalam treble musim 2012-13, bersama dengan Manuel Neuer, David Alaba dan Thomas Muller.

Thiago Alcantara bisa saja memainkan pertandingan terakhirnya untuk klub jika keinginannya untuk pergi ke Liverpool tidak bisa dicegah, sementara Robert Lewandowski membutuhkan dua gol untuk menyamai rekor sepanjang masa Cristiano Ronaldo yaitu 17 gol dalam satu musim Liga Champions.

Kemungkinan lineup awal Paris Saint-Germain:
Rico; Kehrer, Thiago Silva, Kimpembe, Bernat; Verratti, Marquinhos, Herrera; Di Maria, Neymar, Mbappe

Kemungkinan lineup awal Bayern Munich:
Neuer; Kimmich, Boateng, Alaba, Davies; Goretzka, Thiago; Perisic, Muller, Gnabry; Lewandowski

Head to Head

Kedua tim telah bertemu pada delapan kesempatan sebelumnya, semuanya di babak grup Liga Champions. Dengan PSG yang memiliki rekor lebih superior dalam pertemuan head-to-head tersebut, menang lima kali dibandingkan dengan tiga kemenangan untuk Bayern.

Kedua belah pihak saling bertukar kemenangan di babak grup 2017-18 – PSG menang 3-0 di Paris dan Bayern menang 3-1 di Munich.

Analisis

Sulit melihat pertandingan yang lebih menarik dari yang satu ini. Final Liga Champions antara dua tim yang bertipe menyerang dan dipenuhi dengan pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan – ini adalah pertarungan yang diprediksikan banyak pengamat menjadi partai dengan banyak gol, meskipun sejarah membuktikan bahwa even besar seperti itu sering kali gagal memuaskan keinginan penggemar taruhan sepakbola.

PSG tentu memiliki alat untuk menyakiti Bayern dan kecepatan Mbappe dan Neymar khususnya dapat mengekspos lini pertahanan tinggi yang telah dimainkan Jerman dalam dua pertandingan terakhir. Mbappe beroperasi di kiri melawan Leipzig tetapi akan mengejutkan jika ketiga penyerang tidak berotasi, terutama dengan ruang yang tersisa di belakang bek kiri Bayern, Alphonso Davies. Baik Barcelona maupun Lyon tidak dapat memanfaatkannya tetapi pada trio Neymar – Di Maria – Mbappe, PSG memiliki senjata untuk menyebabkan masalah besar bagi tim Jerman tersebut.

Tetapi Bayern telah bergerak maju seperti panser ke final dan sulit untuk melihat mereka melanjutkan perjalanan tanpa kemenangan. Ini adalah pertandingan yang memiliki semua aspek untuk menjadi klasik, tetapi kami berpihak pada tim yang mampu memanfaatkan peluang yang mereka miliki.

Prediksi

PSG 2-1 Bayern
Under 3.5 Goal

Oleh: Napal Soik

Share this:

Leave a Reply